Senin, 11 Maret 2013

I’m . . . Your First Love?

Author : Lee Jan Rang
Katagori : Romantic, Oneshoot
Cast :
• Cha Sun Woo [Baro B1A4]
• Choi Jin Ri [Sulli F(x)]
• Lee Hye Woo [you]
• Kim Ah Ra
• Other cast.

It’s my first FF kekeke~~. Jeongmal minhae kalo jelek atau ganyambung. Soalnya ini ff pertama ya☺. Dari pada lama mending langsung ke ceritanya.
==================================================================
`Author Pov `
“YA! Kau, kenapa selalu membuli ku? Apa salah ku padamu? Aish!” Sambar sulli saat Baro memukul palanya karna dia hanya termenung entah apa yang dipikirkan.
‘Aish, namja ini benar-banar rasanya ingin ku hajar saja dia dengan tasku ini, kalau saja dia bukan oppa ku’ kata sulli di batinnya.
Baro yang melihatnya hanya tertawa cekikikan karna tingkah aneh adiknya itu. “Ya! Kau ini sedang melamunkan apa? Mukamu seperti ayam tak tahu jalan pulang ne?! hahah~~~!!” Katanya sambil cekikikan dengan tingkah lucu adiknya.
Sulli hanya mengerucutkan mulutnya yang kecil dan merah itu. Lalu ia bangkit berdiri dan meninggalkan baro yang masih saja tertawa tak henti-hentinya.
“YA! Kau! Adik macam apa meninggalkan kakaknya sendiri! Mau pulang naik apa kau jika tidak bersama ku ya?!” Cetus baro melihat adiknya pergi.
Seketika sulli menghentikan langkahnya karna tersadar akan kata-kata baro tentang bagaimana dia pulang jika tanpanya. Sulli pun berbalik arah dan menurut pada baro. “YAYAYA! Kali ini kau menang, tapi lihat saja! Lain kali akan kubalas!”
“Coba saja kalau kau bisa babo saeng~” cetus baro sembari menghampiri mobilnya.
‘Autor pov end’

‘Sulli pov’
Akhirnya aku mengikuti saja kakak ku yang bawel dan menyebalkan ini, walau terkadang dia sangat baik padaku. Tetap saja dia lebih banyak sisi ngeselinnya! Hft.
“Ya! Ayolah cepat jangan berjalan seperti siput! Dan jangan mencoba untuk merengek pada ku!” sambarnya saat mengetahui aku hanya melihatnya dari kejauhan karna kesal.
“NE! BAWEL SEKALI KAU INI! HUH!” langsung saja ku berlari menuju arahnya.
***
Akhirnya kami berada di dalam mobil sportnya yang berwarna hitam, aku hanya memandang keluar jendela sambil mendengarkan lagu dari handphoneku. Di luar hanya terlihat jalan basah dan banyak air menggenang karna hujan lebat.

CIIIIIIIIT!!

Tiba-tiba mobil mendadak berhenti dan membuatku kaget,
“YA! Kau ini kalau membawa mobil yang benar! Kau hampir membuatku jantungan tahu?!”
Dia hanya diam sambil melotot karna melihat sesuatu di depannya, langsung saja aku melihat dan……. YA! Ada seorang yeoja yang tergeletak di jalan sana, tanpa menunggu lama aku keluar dari mobil diikuti baro. Langsung saja aku membawanya ke dalam mobil dan membawanya kerumah ku.
`Sulli pov end`

`Baro pov`
Sedang serius-seriusnya aku melihat jalan yang sangan susah karna hujan yang amat lebat membasahi seluruh kota seoul. Tiba-tiba ada seorang yeoja terjatuh begitu saja, tanpa aba-aba langsung ku hentikan mobilku ini membuat sulli yang sedang asik terkejut. Pandanganku mengarah pada yeoja gitu, bagaimana dia bisa disana? Langsung saja ku bawa masuk ke mobil dan membawanya pulang. Tampaknya dia telah terkena hujan dan berusaha mencari tumpangan untuk kerumahnya.
***
Sesampainya dirumah langsung kugendong yeoja ini, badannya basah kuyub, dan tertampak jelas pucat wajahnya, kubawa dia ke dalam kamar sulli, dan menyuruhnya meminjamkan bajunya, ya sepertinya ukurannya hampir sama dengannya. Aku pergi kedapur untuk membuatkan teh hangat dan membawa kompresan.

Aku kembali ke kamarnya dan melihat dia sudah memakai baju hangat milik adikku, wajahnya pucat putih seperti mayat hidup saja, namun cantik seperti bidadari. Aish~ baro apa yang kau pikirkan? Mengenalnya saja tidak! Langsung saja aku mengompresnya dengan air hangat yang kubawa, aku meninggalkannya. Dan pergi ke kamarku.
***
Yeoja itu selalu membayangiku, wajahnya yang cantik walau sedang kedinginan itu membuatku kagum, masih ada mahluk secantik itu didunia ini?
“BARO! DIA SUDAH SADAR!”
“YA! Aku akan segera kesana.”
Setelah mendengar kata-kata adikku itu, aku menuju kamarnya dan melihat dia sudah bangun, tampaknya dia sedikit bingung mengapa dia ada di sini. Langsung saja aku perkenalkan diri,
“Annyeong, Cha Sun Woo imnida atau kau bisa memanggilku Baro..”
“Choi Jin Ri imnida kau dapat memanggilku sulli, mungkin aku harus memanggilmu eonni?”
“Ya… Dimana aku? Dan mengapa aku bisa disini?”
`Baro pov end`

`Lee Hye Woo pov`
“Annyeong, Cha Sun Woo imnida atau kau bisa memanggilku Baro..”
“Choi Jin Ri imnida kau dapat memanggilku sulli, mungkin aku harus memanggilmu eonni?”
“Ya… Dimana aku? Dan mengapa aku bisa disini?” Ucapku setelah mendengar mereka memperkenalkan dirinya. Aku tak tahu sekarang dimana? Mengapa bisa aku disini? Apa yang terjadi tadi? Hanya itu yang aku pikirkan sekarang.
“Kau ada dirumah kami, tadi kau pingsan dijalanan saat kami lewat, tanpa berpikir panjang kami membawamu kesini” Ucap namja bermarga Cha itu, dia lumayan tampan untuk seorang namja dan dia juga berotot.
“Ah.. Gomawo, Jeongmal gomawo telah menyelamatkanku, kira-kira apa yang bisa kulakukan untuk membalas kebaikan kalian?”
“Kau tak usah membalas apapun, kami rela menolongmu, sepertinya kau lapar sebaiknya kita makan, Kajja” Ucap sulli yeoja yang tingginya hampir setinggiku, dan cantik pula, sepertinya dia adiknya Baro.
“Ne, gomawo” Ucapku singkat sambil mengikuti mereka keruang tengah.
***
Disana terlihat 1 namja dan 1 yeoja sedang menunggu kedatangan kami, sepertinya mereka orangtua dari Baro dan Sulli.
“Annyeong, kau sudah sadar?” Tanya Appanya baro, aku memanggilnya Ajusshi.
“Ne ahjussi, gomawo”
“Kajja kita makan takut dingin” Cetus ajumma begitu ajusshi mengangguk.
Betapa hangatnya keadaan disini, ingin rasanya aku mempunyai keluarga seperti ini.
AIGO~ Aku hampir lupa mengenalkan diriku, Aku Lee Hye Woo, anak seorang pegadang makanan di pasar, dan ayahku? Hanya seorang pekerja kantoran. Ne aku kabur dari rumah setelah mendengar mereka ingin cerai karna tidak betah hidup seperti ini, malangnya nasibku ini.
“Ya, nama kau siapa? Sampai sekarang aku tak tahu namamu!” Ucapan baro mengagetkanku disela-sela lamunanku, aku hampir lua bahwa aku belum mengenalkan diriku.
“Mianhe, Aku Lee Hye Woo imnida, kalian bisa memanggilku Hyewoo” Kataku memperkenalkan diri.
“Ah nama yang cantik seperti orangnya, kkkk~~~” Sambut Ajumma ketika aku selesai memperkenalkan diri.

Selesai makan malam Ajumma menyuruhku tidur dengan sulli, aku menurut saja, lagipula dengan siapa lagi aku akan tidur jika tidak bersama sulli? Sulli mengajakku untuk segera kekamarnya, aku mengikutinya. Sesampainya dikamar, aku diberi banyak pertanyaan darinya.
“Kamu sekolah dimana? Umurmu berapa? Mengapa kamu bisa pingsan tadi? Rumahmu dimana? Kamu sudah mempunyai pacar?”
`Hye woo pov end’

‘Sulli pov’
“Kamu sekolah dimana? Umurmu berapa? Mengapa kamu bisa pingsan tadi? Rumahmu dimana? Kamu sudah mempunyai pacar?” Kuberi pertanyaan yang bertubi padanya karna memang aku ingin menanyakannya. Dia terlihat kaget karna pertanyaanku yang menyerbunya secara langsung.
“Aku sekolah di Berea University of Graduate Studies, Umurku 18 tahun, Aku pergi dari rumahku karna masalah di keluargaku, Dekat dengan University itu, Ah ani, aku tidak berminat mempunyai pacar.” Jawabnya. Tidak kusangka dia menjawab semua pertanyaanku. DAN WOW! Kami satu university! Selama ini aku tak pernah melihatnya, mungkin karna dia tidak terlalu terkenal, tapi setelah ini akankubuat dia terkenal kkk~~~.
“Ahh, besok kau bisa pulang kerumah mu ne?^^”
“A…Aku tak mau pulang, aku akan pergi mencari apartement saja” Katanya sambil menundukan wajahnya.
“Ah mian, sebaiknya kamu tinggal disini terlebih dahulu” Kataku sambil beranjak tidur.
“Ya sudah malam besok aku ada jadwal kuliah, pastinya kau juga, Kajja kita tidur.”
“Ne.”
Setelah itu kami tertidur.
***
Matahari menerobos masuk melalui cela-cela jendela kamarku, aku terbangun dan melihat kesampingku. Hyewoo sudah tidak ada, mungkin dia sudah bangun, tapi tunggu bagaimana dia ada baju? Aku berlari keluar menuju ruang makan. Ah itu dia, tapi itu bukan seperti baju milikku? Baju putih berlapis blouse hitam dan celana panjang serta rambutnya yang dikepang kecil di samping membuatnya tampak cantik. Langsung saja aku mandi dan bergegas kebawah, dan makan bersama, aku bertanya padanya baju siapa yang dia pakai dan dimana dia mendapatkannya.
“Aku membawanya, kemarin ditasku aku memang sengaja membawa baju-bajuku”
‘Sulli pov end’

‘Baro pov’
“Aku membawanya, kemarin ditasku aku memang sengaja membawa baju-bajuku”
Mendengar kata-kata itu aku teringat dengan tas besar yang dibawanya saat pingsan dijalanan, tak kusangka gadis ini begitu kuat membawa barang seberat itu. Tak lama kemudian aku pamit pada Appa dan Eomma untuk pergi, Sulli dan Hyewoon ikut berpamitan dan kami pergi mengendarai mobilku tentunya, sulli dan hyewoo berada dibelakang, ku beranikan diriku untuk bertanya padanya,
“Hyewoo dimana universitas kau?”
“Sama seperti kita babo!” Cetuk sulli dengan seenak jidatnya, andai dia bukan adikku mungkin sudah kuturunkan dia di tengah jalan agar dia berjalan kaki. Hft!
“Ah ne.” Cetusku cuek.
Tak lama kami sampai, hanya memerlukan waktu 30 menit untuk sampai di universitas ini, orang-orang melirik kami karna bersamanya. Hyewoo hanya menunduk dan mengikuti sulli disampingnya sedangkan aku di belakangnya.
“Hei lihat, dengan siapa dia?”
Beberapa siswa mengatakan itu dan terdengar dengan jelas, makin tertunduk saja wajah hyewoo. Mungkin dia bukan salah satu anak terkenal, namun dia mendadak dikenal setelah berjalan bersamaku dan sulli. Ya kami termasuk anak popular di universitas ini, hampir seluruh sekolah tau kami. Hanya terkecuali hyewoo.
Kami segera masuk kekelas masing-masing, kelasnya ada di paling ujung lantai 2 universitas, sedangkan aku dan sulli berada di lantai 3. Sambil menunggu bel pulang aku hanya mendengarkan ocehan dosen yang membuat ku kenyang seketika dengan banyak ocehan mengingatkan bahwa nilai kami masih banyak yang kurang. Bel berbunyi aku langsung keluar kelas dan menunggu dikantin, tempat biasa aku berkumpul bersama teman-temanku saat pulang sekolah. Sulli masih menunggu hyewoo dan akan menyusulku kekantin. Young dan Hyunseung datang menujuku, ya dia temanku, mereka termasuk anak yang popular di universitas ini, mereka bertanya siapa yang bersamaku dan sulli tadi.
“Dia Lee Hye Woo, kemarin aku menemukannya dijalan dia pingsan basah kuyub terkena hujan aku membawanya ke rumah.”
Mereka hanya ber oh-ria saja. Akhirnya sulli datang bersama hyewoo, dia tampak gugup menuju kantin, karna memang kantin sudah menjadi tempat kumpulnya anak-anak popules universitas. Sulli menyuruhnya duduk, Young dan hyunseung langsung menyerbunya untuk berkenalan, dengan malu-malu hyewoo menjawabnya. Entah mengapa aku kesal melihat mereka berdekatan. Langsung saja aku menuju mobilku dan sulli dengan hyewoo mengejarku terengah-engah.
“YA! Kau gila jalan secepat itu? Tak tahu kami lelah?” Cetus sulli kelas.
“…” Aku hanya bungkam.
`Baro pov end’

‘Hyewoo pov’
“YA! Kau gila jalan secepat itu? Tak tahu kami lelah?” Cetus sulli kelas.
“…” Dia hanya diam, ada apa dengannya? Entahlah. Langsung saja dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak lama kami sampaidirumah, Ajumma sedang menonton Tv. Ajusshi sedang bekerja. Kami langsung menujur kekamar masing-masing.

Tiba-tiba ada telpon bahwa saudara Ajumma sakit, dengan terburu-buru Ahjussi pulang dan pergi bersama Ajumma dan juga sulli, sekarang tinggal aku dan baro dirumah, dia hanya diam dikamar, aku bingung melihat tingkahnya yang entah mengapa bungkam seperti itu semenjak tadi siang, aku tak mempunyai cukup nyali untuk menanyakannya, aku beranjang dari kamar sulli menuju dapur untuk minum, aku mendapati sosok baro yang sedang duduk dimeja makan sambil menikmati secangkir kopi dihadapannya.
Dia yang mengetahui keberadaanku langsung menengok dan menaikan alisnya sebelah. Aku menuju depan TV untuk menonton aca kesukaanku di TV. Beberapa lama kemudia aku menengok kea rah meja makan dan….. DIA TAK ADA! Dimana dia? Aku tak sama sekali mendengar dia bergerak selangkahpun. Tiba-tiba ada orang di belakangku dan menutup mataku, aku sudah tau itu dan pasti itu baro.
“Ya baro-ssi! Lepaskan aku tau itu kau” Sambil memegang tangannya.
“Wow hyewoo, kau pintar sekali bisa menebakku?”
`Hyewoo pov end`

`Baro pov`
“Ya baro-ssi! Lepaskan aku tau itu kau” Sambil memegang tanganku.
“Wow hyewoo, kau pintar sekali bisa menebakku?” Kataku sambil beranjak duduk disampingnya, entah mengapa aku menikmati ini, lama-kelamaan hujan turun dan terasa romantic seperti ini, tak ada siapa-siapa dirumah hanya kami berdua. Karna terlalu lama di depan TV tanpa sadar dia sudah tertidur di pundakku, aku hanya diam dan memindahkannya agar tertidur di pangkuanku. Wajahnya begitu cantik dan sepertinya aku mencintainya. Dengan secara tidak langsung aku mendekatkan mukaku kearahnya……..
Chu~
Kecupan di keningnya, kukira dia akan terbangun, ternyata dia hanya mengigau dan menyebut namaku.
“Baro-ssi………. Hmmmm baro…….” Katanya lembut, aku hanya tersenyum melihat tingkahnya, aku memindahkannya kekamar sulli, agar dia tertidur pulas. Sekali lagi aku mengecup keningnya, dan menyelimutinya, aku segera turun kembali dan membuat mie untuk makan malam.
***
Dia sudah bangun, dan sudah mandi, ia tampak cantik dengan bedak tipis yang dioleskan diwajahnya. Segera ia turun dan makan bersamaku, aku tak menyangka dia memakannya dengan cepat, mungkin dia telalu lapar.
“hmm.. Oppa ini sangat enak, ternyata kau pintar juga memasak ya.. kkk~~~”
“Ah ne, gomawo hye”
SEBENTAR! Dia memanggilku apa tadi? Oppa!?
OPPA!?
Apa aku tidak salah? Tapi ini sangat membuatku makin mencintainya.
Malam tiba, kami segera tidur.
‘baro pov end’

‘hyewoo pov’
Hmm masakannya enak, karna terlalu kenyang aku segera tertidur kembali, padahal baru saja aku terbangun(?)
***
Pagi sudah kembali untung saja hari ini hari libur, jadi tak ada jadwal kuliah. Aku bangun dan melihatnya sudah siap dimeja makan dengan makanan yang….. WOW! Sepertinya lezat. Aku memakannya dan pergi ke taman rumahnya, tamannya indah banyak bunga terdapat tempat duduk didepan terasnya. Aku mengirami tanamannya. Tanpa kusadari dia sedang memperhatikanku di teras, dengan jahil aku menyiramnya.
Burrrrrr
Bajunya basah kuyub.
“YA! Apa-apaan kau ini? Aish! Akan kubalas kau!” Serunya sambil merebut selang ditanganku, dia menyiramku tak henti-henti, kamipun basah kuyub karna kejahilan kami.
Kami segera mengganti baju, tanpa kusadari dia keluar kamar dengan menggunakan celana pendek saja, alias tanpa mengenakan baju! OH TUHAN! Tubuh namja ini begitu seksi. Aisha apa yang kau pikirkan hyewoo?! Hft. Karna terlalu lama mengamatinya aku sampai lupa bahwa dia masih berdiri didepanku. Aku tersipu malu mungkin mukaku sudah semerah tomat sekarang, oh tidak dia pasti tahu apa yang ku lihat.
“Yak au melihat tubuhku yang keren ini?” cetusnya membuat lamunanku buyar.
“A..Aku tidak melihat tubuhmu! Kepedean sekali kau?” Langsung aku masuk kamar dan menutup pintu, dia menahan pintu kamarku dan tiba-tiba…….
Chuu~~
DIA MENCIUMKU!
DIA MENCIMKU!? Apa aku tidak salah? Aku hanya diam menatap matanya yang besar dan menawan.
Setelah itu dia berkata “Saranghae hyewoo-ssi”, aku terpaku akan itu dan aku pun sebenarnya mencintainya. Aku tersenyum tipis dan berkata “Nado saranghae Cha Sun Woo” Dia kembali mencium bibirku. Setelah itu, kami resmi jadian.
Ajumma, Ajusshi dan sullipun pulang, aku menceritakan tentang kisahku selama mereka pergi, sullipun gembira, tapi aku dan baro sepakat untuk tidak member tahukan pada Appa dan Eommanya.

============= THE END ================

Mian kalo banyak typo atau segala macem, ini 1st ff ku =3 Tolong komentarnya☺.
Facebook Twitter More...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar