Selasa, 17 Desember 2013

Be Mine!

Author: eun-ri
Cast:
-Bae Suzy
-Kim Myung Soo
-Woohyun
Genre: Sad, Romance, NC17+
 Yeoja itu menetes kan air matanya, sudah berjam-jam ia menagisi hal-hal yang ia liat tadi ,semua berjalan sangat cepat . ia masih terus meruntuki kebodohan nya… ia sungguh menyesal memilih pria yang mencampakan nya
    “PABO-YAAA…..” teriak yeoja itu

Flasback
  Yeoja cantik itu berjalan dan membawa sebuah kotak makan yang ia isi dengan masakan nya, ia akan memberikannya kepada seseorang yang telah menunggu nya tadi siang dan sekarang waktu sudah memasuki jam dua siang dan waktu makan siang sudah selesai tapi ia tetap membawakan makan nya untuk seseorang itu
“oppa eodiya ?” yoeja itu mencari pria yang akan memakan makanan nya di ruang kerja
  Ia Selalu mengingat jika ia terlambat membawa kan makan untuk pria itu, dan pasti pria itu selalu berada di kanti kantor .
  Ia mercari di kerumanan pegawai kantor yang sedang makan juga mungkin meraka sama hal nya dengan nya dengan pria yang ia cari terlambat makan
  PRANGGG…..
 Makan yang ia bawa semua nya terjatuh begitu saja , ia melihat pria itu bersama yoeja lain dan sedang menyuapakan makan pada yeoja itu dan mencium sekilas bibir yoeja itu

“Oppa Woohyun-ahh…” gadis itu mengantupkan rapat-rapat bibir nya ia masih tak percaya apa yang ia lihat dengan cepat ia berlari menjauh dari tempat itu dan terus meruntuki kebodohan nya telah menerima pria itu satu minggu yang lalu

Flashback end

 Seorang yoeja jalan menulusuri koridor yang berada di salah satu Universitas terkenal dikorea, sepanjang jalan mahasiswa namja memperhatikan setiap langkah yoeja itu siapa yang tidak tertarik dengan yoeja berkulit putih susu, tinggi, pipi yang chubby, rambut yang hitam panjang yang di gulung nya keatas dan memamerkan leher jenjang nya dan mata indah nya berwarna biru muda terang sejak lahir
  “permisi….” Yoeja itu menyentuh pundak namja yang sedang membaca buku dengan kaca mata besar yang terpakai di mata nya dan belahan rambut nya serta baju kemeja yang ia masuki dan terkesan sangat ‘cupu’
“Eo, ne….” namja itu tersentak kaget dan menatap wajah cantik yeoja itu
“mianhe, aku menbuat kau terganggu” yeoja itu memberikan senyum terbaik nya
“gwenchana”
“bias kah kau menunjukan ku, dimana gedung 12 aku akan sangat berterikasih jika kau mau menghantar kan ku”
“ne, ne… aku akan menghantarkan mu”

 Namja itu dengan senang hati menghantarkan yeoja cantik, dan tetap pandangan namja mahasiswa lain menatap takjub dengan pandangan seorang laki-laki cupu jalan dengan yeoja cantik
“maaf telah merepot kan mu, aku siswi baru disini…..”
“gwenchana….”
“Naeun Bae Soo ji imnida, neo ?”
“naeun Ki-kim myung soo… kita sudah sampai”
“gomawo……”
“cheonma”

   Yeoja itu  berjalan dan berlalu dari namja bernama kim myung soo, namja itu terus memperhatikan punggung yeoja itu pergi dan sudah tak terlihat lagi

“Neomu Yeppo”

     Kim Myung soo
      Terlalu banyak tugas otak ku terasa mau pecah saja, aku ingin liat senyuman yeoja yang aku bantu kemarin senyuman membuat ku tenang dan damai . apakah dia tak pergi kekantin untuk makan atau membeli minum ?
  Kim myung soo kau menyukai seorang yeoja kah ? harus kan aku mengejar nya dan manyatakan nya ?

Ya, ya, ya, ya,… baru mengenal nya kamarin kim myung soo, dan mana mau yeoja cantik itu mau dengan namja seperti ku yang cupu ini. Ku yakin dia akan langsung melemparkan kaca pada ku dan berkata ‘berkaca lah dulu !’
  
  “kim myung soo!!!” seorang yeoja berjalan kearah ku
“Ne ?” yeoja itu.
“hi, myung soo-ah…. Boleh aku ikut duduk bersama mu ? aku tak punya chingu disini”
“ne, kajja…” aku menggeserkan duduk dan ia duduk di sebelahku
“Buku kau tebal-tebal dan sangat besar, buku apa ini ?”
“aku anak jurusan psikologi”
“Pantas saja hahahahah…” yeoja itu sangat manis saat ia tertawa atau apapun itu.
“kau tidak lapar ?”
“la…..” ia menghentikan omongan nya itu dan memandang lurus ke dapan dan ikut melihat apa yang dia lihat itu
“wae ?”
“woohyun oppa” ucap nya lirih
    ‘Apa dia mengenal nya ?’
“nuguya ?”
“dia menghianati ku dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa” tatapan yang kosong
“mianhe, telah bertanya hal itu padamu”
“gwencha…. Masalalu seharus nya aku melupakan nya hahaha…” ucap nya dengan ketawa garing
Kim myung soo end

Bae Soo Ji

 Apakah aku tidak salah melihat sejak kapan namja brengsek itu ada di sini bukan dia sudah tidak mau untuk melanjut kan kuliah nya. Terkutuk sudah !

Ia berjalan kearah ku ? mau apa dia, SHIT!

“bae sooji ?” ucap nya, dan sama sekali tidak akan ku lihat muka penghianat itu lagi.
“suzy” myung soo menatap ku mengarti kan kalau aku harus melihat namja sialan itu.
“Mau apa kau ?”
“suzy, kenapa kau meninggal kan ku ?”
“tak bisakah kau berpikir dan mencari tau KE BO DO HAN mu !”
“kenapa kau berbicara seperti itu ?”
“Seterah kau !”
“Chagiya, kajja kau harus memilih kan ku sepatu yang bagus ne..”  
Bae soo ji end
“Chagiya, kajja kau harus memilih kan ku sepatu yang bagus ne..” 
   Myung soo kaget akan kata-kata yang baru saja terlontar dari yeoja cantik ini, dengan sigap suzy mengandeng tanggan myung soo .

“BAE SOO JI ! apa yang kau lihat dari namja itu ?” mereka berdua berhenti akan lontaran kata dari woohyun tadi
“Kau tidak lihat ! dia cupu, memakai kaca mata besar melebihi mata nya ! tampang nya seperti orang bodoh”
“CUKUP” teriak suzy dan berjalan kearah woohyun, myung soo yang tak mengeti apa yang telah terjadi dan binggung
“Dia tak seperti mu! Ka, kau! PENGHIANAT! DAN SELALU YANG BERFIKIR KAU YANG BENAR DAN TAK BERSALAH!”
“Apa maksud mu ?”
“”Cihh… harus aku mencerita kan nya ! kau BERCIUMAN DENGAN YOEJA MURAHAN ITU !”
“CUKUP, jangan pernah mendatangi ku atau pun mengirimi ku dengan kata-kata jijik mu itu YOU KNOW !”
   Suzy meludah kan sepatu woohyun dan langsung mengandeng tangan myung soo kembali dan terisak-isak . myung soo bisa merasakan tubuh suzy gemetar karna tanggisan nya mulai menjadi-jadi
“Ulljimma” myung soo menghentikan langkah nya dan melihat muka suzy tertunduk menutupi wajah cantiknya, myung soo mengakat dagu yeoja cantik itu
“diamlah jangan menangis lagi sudah aku tak ingin wajah cantik mu itu di basahi oleh air mata namja itu” myung soo memeluk suzy dan merasakan suzy sudah mulai membaik bersama
‘aku akan menjaga mu bae suzy ku pastikan kan kau akan menjadi milik ku hanya milik ku’

      Seorang namja memakir kan motor besar nya, namja itu membuka helm nya dan  semua yeoja menatap kearah namja itu tampilan nya membuat semua yeoja tak akan berkedip
  “Aigoo, siapa namja itu” seorang yeoja berhenti untuk melihat namja itu
“ne, dia tampan…” ujar yeoja satu nya lagi
   Namja itu memakai t-hirts berlengan ¾ berwarna biru tua dan celana jeans  panjang berwarna hitam, rambut nya yang basah membuat tampilan nya telihat cool
Namja itu berjalan di koridor falkutas nya dan tidak lupa tatapan nya para yeoja yang tidak henti-henti nya menatap namja itu, di depan namja itu sudah ada seorang yeoja yang berjalan sambil mengikat rambut nya keatas dan memamerkan leher jenjang putih nya dan membuat namja itu menelan air ludah nya.
 Namja itu masih asik mengikuti setiap langkah yeoja itu dan akhir nya namja itu memeluk yeoja itu dari belakang dan mencium tengkuk itu seketika namja itu biasa merasakan  tubuh yeoja itu menegang seketika

“Chagiya” ujar namja itu denang sigap yeoja itu segera membalikan badan nya dan mendorong tubuh namja itu dengan refleks
“Eo? Nugu ?”
“Kau taka tau aku siapa aku ? Chagi….”
“Mwoo? CHA GI ? sejak kapan kau namjachingu kita saja berkenal saja belum!”
“ah ne..neun kim myung soo”
“kim myu, myung soo” ujar yoeja itu tak percaya
“ne, seperti yang kau  bilang kamarin aku adalah aku namjachingu ”
“NAMJA CHIGU! Sejak kapan ? aku hanya memanggil mu chagi bukan berarti kau namjachingu ku”
“aiiissh, gwencha…  aku kan tetap menjadi namjachingu mu walau kau katakan tidak kkk~”
“mwo! Myung soo….”
“aku tak meneri penolakan bae soo ji”
  Myung soo mengandeng tangan suzy dengan erat dan tidak lupa pula semua orang menatap iri seorang yeoja cantik dan namja tampan sedang mengumbar kemesraan
    “Bae soo ji” teriak seorang yeoja yang melambaikan tangan nya ke arah meja kantin yang myung soo dan soo ji tempati dan menghampiri mereka
“eoh, jiyeon-ah….”
“aku mencari mu dari tadi”
“ah, mianhe”
“suzy-ah, nugu…” ujar yeoja itu dan melirik kearah namja yang berada di sebelah nya
“kim myung soo”
“mwo, myung soo anak dari jurusan psikologi yang terkenal cupu dan ceroboh itu ?” ujar jiyeon dan memperhatikan myung soo dari ujung kaki hingga atas dan myung soo hanya menatap datar
“Wae ?” Tanya myung dengan muka datar nya
“banyak yang bilang kau itu cupu dan memakai kaca mata besar serta belehan rambut di tengah nya dan setelah ku lihat k-ka-aku bahkan berbeda apa yang di bilang  mahasiswa tentang kau”
“jinja ! apakah seberubah itu tentang penampilan ku ? ” Kedua yeoja itu mengagukan kepalanya, tanda meraka meyatakan benar

   Kedua yeoja itu pun berpisah kini hanya myung soo dan suzy di taman belekang kampus mereka yang dihiasi buang mawar merah yang sedakng bermekaran di musim semi.
 “Myung-ah kau menyukai bunga ?” suzy bertanya  dan menatap bentuk garis muka myung soo
“Anniy, tidak terlalu”
“aku menyukai mawar merah”
“Wae ?”
“kau tau mawar itu rapuh ? jika kau menyentuh nya saja bunga nya akan rusak dan berjatuhan  dan jika kau memegang batang nya kau akan terluka  banyak mawar nya bermacam warna tapi aku lebih menyukai merah” myung soo yang mendengar kan perkatan suzy lalu bisa mengartikan nya dengan cepat

***
      Pagi ini semua mahasiswa jurusan psikologi sedang berkumpul mengadakan bazar jurusan mereka, mereka berlomba-lomba menjual barang mendapatkan untung sebesar-besar. Tidak pula dengan myung soo namja ini hanya melihat-lihat saja dan tidak tertarik dengan barang bazar ini

    Tatapan myung soo yang dari tadi hanya melihat barang-barang pun terganti setelah melihat yeoja pujaan nya sedang memilh barang. Dengan cepat ia melangkah kan kaki nya kerah yeoja itu
   Belum sempat ia menghampiri yeoja itu, yeoja itu sudah beranjak pergi dengan paksaan seorang namja yang menarik tangan nya dengan kasar dan membawa nya pergi, tidak habis pikir myung soo  berlari mengejar namja yang telah menarik paksa yeoja nya dan memegang pundak namja itu dan membalikan tubuh nya dan …..
 BUUUKKK
  Sebuah pukulan melayang pada namja itu yang telah menarik paksa yeoja nya, suzy yang kaget akan tindakan tadi menatap heran kenapa myung soo memukuli woohyun dan semua orang berkerumun untuk melihat pemukulan
    “Akan ku beri tau, jangan pernah mengganggu yeoja ku” ‘BUUKK’ pukulan mendarat lagi di pipi namja itu
  Namja itu menbersih kan bekas darah segar yang keluar dari sudut pipi nya
“Siapa kau ?”
“Aku namjachingu nya ! berhentilah kau mengganggu nya atau menyentuh sehelai rambut dari nya !”
    Myungsoo mengegam tangan suzy dan membawa nya keluar dan menjauh dari kerumun itu, mereka terus berjalan dan akhirnya nya mereka sampai di taman belakang kampus .
  “Yakkk !! Kim Myungsoo kau melukai ku !” suzy merintis ke sakitan tangan nya  yang masih di cengkram kuat aloh namja yang mengaku namja nya tadi
“mi, mianhe..” ia melepasi tangan yeoja itu, dan menatap lekat wajah yeoja itu.
 Suasana terasa sepi, tak ada yang ada mau berbicara terlebih dahulu sibuk dengan pikiran sendiri, sibuk memikir kan apa yang mereka bicara kan nanti, dan sibuk harus siapa yang memulai pembicaran ini
“Hmm.. cha, chagiya ?”
“berhenti memanggil ku dengan sebutan itu !”
“bukan kah kau yang bilang aku namjachingu mu suzy-yaa.. ”
“ya itu hanya ke adaan tersesak sajabukan berarti  kau namjachigu Kim myungsoo, kita hanya teman, hanya teman kau harus ingat itu”
“bisakah kau tidak memandang tidak sebagai teman aku menyukai mu bae suzy” myungsoo mulai mengelus pipi chubby suzy dan menatap nya lembut
“Kau manis bae suzy” suzy merasa nyaman akan perlakuan myungsoo ini, myungsoo masih terus mengelus pipi yeoja yang telah membuat nya berubah dari si cupu menjadi myungsoo yang membuat ia di pandang oleh para gadis
     Myungsoo memeluk suzy dengan erat dan berbisik di telinga yeoja
“Would you be mine bae suzy ?”
“Berjanjilah, tak akan berpaling, meninggal kan ku ataupun menghianati ku myungiee”
“Ne chagiya, Saranghae bae suzy, Saranghae..
“Nado saranghae”
  Myungsoo menarik tengkuk nya suzy untuk mendekat ke arah nya, perlahan bibir myungsoo mencium bibir munggil gadis ini perlahan menjadi lumatan dan sangat lembut myungsoo tau ini ciuman pertama untuk yeoja nya
  Ia terus melumat bibir munggil itu dan perlahan tangan nya meraba bagian atas tubuh suzy dan sesekali meremas dua gundukan kan yang kenyal itu. Suzy menahan tangan myungsoo agar berhenti melakukan kegiatan nya itu tapi myungsoo menghirau kan nya
“Nnngh ahh myungiee hentikan” myungsoo meremas kuat boobs suzy nya itu dan mendengar kan desahan sekaligus perminta yeoja nya itu da ia hirau kan saja

Kim Myungsoo                                         
“Nnngh ahh myungiee hentikan” myungsoo meremas kuat boobs suzy nya itu dan mendengar kan desahan sekaligus perminta yeoja nya itu da ia hirau kan saja

    ‘Senikmat ini kah bibir yeoja ? pantas saja taecyeon selalu membicarakan nya’ Aku menyuka bibir yeoja ini
“Kau menyukai nya chagi ?” masih meremas boobs itu yang kenyal dan sesekali ku pelintir nipple yang menegang itu dari luar baju nya
“Ssshhh aahh Myungiee jangan disini kita masih ada di kampus”
   Ahh benar kata nya kita masih belum aman jika ada disini lebih baik akhiri dulu saja mungkin nanti aku akan menyerang nya jika waktu dan tempat sudah pas

“ne chagiya” ku ciumin tengkuk nya yang putih itu, jujur leher itu menggoda iman ku saat pertama kali bertemu nya, ku pandangi ia sedang mengatur nafas nya atas perbutan ku tadi aku menyukai semua yang ada pada yeoja ku ini –bae suzy
“Myungiee aku lapar” ujar suzy dan mengelus ke perut rata nya itu
“Kau mau makan apa ?”
“hmm.. aku ingin teriyaki” ucap nya semangat dan mengggambar kan eyes smile nya
“Kajja kita buat..” aku menggenggam tangan nya dan membawa nya pergi dari tempat sepi ini
“Buat ? kenapa kita tidak membeli nya atau pun memesan nya nya ?”
“Lebik baik kita membuat nya chagi” jika membuat nya aku masih bias bersama mu dan memandangi wajah cantik itu.

Semua bahan  makan sudah kami siap kan daging ayam, bumbu, saus teriyaki dan beberapa granis. Suzy mulai menyiap kan bahan-bahan nya di atas pentry dan ia menyuruh ku untuk mandi dan jika makan sudah masak dia akan menggil kan ku.
 15mnt
“Oppa..~” suara nya memanggil nama ku, apa dia sudah selesai memasak makanan nya ?
   Ku peluk tubuh nya dari belakang dan kuhirip aroma susu, aroma tbuh nya selau ingin kuhirup dan bagaikan oksigen yang selau harus ada buat ku. Ku cium tengkuk nya kulit putih jenjang milik nya.
Ia tampak gelisah akan perlakuan ku ini, perkerja an yang ia lakukan ia terhentikan. Ku ciumin kulit putih itu dan taka da penolakan dari nya ia menjenjang kan leher nya dan mempermudah ku menghisap kulit nya

“Meuuphh” ku buat kissmark banyak disana dan terdengar desahan halus dari bibr tipis yeja ku
“Aahhh oppa gelihh” perlahan ku remas boobs nya dan masih menghisap kulit putih nya itu, ku remas boobs nya dari belakang. Kurasa nipple nya mulai menegang
  Ku pelintir nipple tegang itu dan mengelus-elus nya “ Nnngghh aahh” desah nya membuat ku bergairah ku balikan badan nya dan kucium bibir tipis nya itu

Suzy POV

    Perlakuan namja membuat ku tak bisa melawan bisa melawan melain kan menikmati nya, ia membaliki badan ku sekita dan di sambut oleh lumatan kasar yang ku dapat darinya
“Euuummpphh ahh” ia mengemuti bibir bawah ku dengan kasar dan sesekali ia meremas dam me melintir nipple ini, ini nikmat menurut ku.
  Emutan nya semakin dalam dia mulai mengulum lidah ku “Sssllphh ahh sshh” dan sesekali manggigit nya “Aaargh oppa, appo…” ucap ku dan melepaskan ciuman itu
“Gwenchana ?” Tanya nya dan mengelus pipiku
“kau terlalu seman….”
“Kajja kita pindah kamar“ belum sempat bebicara ia menggendong ku dan membawa ku kekamar dan tak berhenti mencimum dan melumat bibir ku

……………………………………………………………….
myungsoo-oppa menindihku. Posisi kami sekarang tiduran dengan myungsoo -oppa diatas, aku sangat menikmati permainan ini karena bibir myungsoo -oppa memang terasa sangat nikmat di mulutku. Kemudian aku merasa tangan myungsoo -oppa meremas payudaraku. Astaga betapa nikmatnya ini, aku pun refleks makin mengemut lidahnya lebih ganas di mulutku. Tiba-tiba myungsoo menarik bibirnya dan menuju leherku. Dia mengemut beberapa bagian sehingga menimbulkan banyak bekas kemerahan. Aku hanya bisa mendesah dan menjambak pelan rambutnya yang sudah berantakan dan membuatnya semakin seksi. myungsoo tiba-tiba menghentikan permainannya dan berkata,
”Suzy-ya apa kita benar-benar akan meneruskan ini?”
“Ya oppa, teruskanlah,” ujarku. Aku lalu berusaha melepas kausku, myungsoo membantuku melepaskannya dan langsung menyiumi payudaraku. Aku menarik kausnya dan meraba perutnya, dia lalu berbicara,
“Suzy-ya, apa kau sangat ingin meraba perutku?’’ katanya sambil tertawa
“Oppa, jahat sekali kau. Aku daritadi sudah nafsu dengan perut dan dadamu itu apa kau tak merasa kasihan padaku,” kataku sambil cemberut. Dia tertawa dan mencium bibirku lalu melepas kausnya. Ah akhirnya aku bisa bermain dengan badannya yang sudah sangat terbentuk ini. Jari ku pun asik menelusuri setiap bagian otot perutnya, sedangkan myungsoo asik mengemut nippleku. Aku tak sadar kapan dia membuka braku karena sekarang bagian tubuh atasku sudah benar-benar telanjang. Lidah myungsoo lalu turun ke bagian perutku yang rata dan menjilatnya, dia lalu berkata,
“Suzy-ya, harusnya kau membintangi iklan sabun dengan kulit sehalus ini. Kukira hanya bagian luar tubuhmu saja yang halus tapi ternyata seluruh tubuhmu halus seperti itu.” Katanya sambil tersenyum.
“Aku ingin membintangi iklan sabun jika adegannya mengharuskanku mandi bersamamu oppa hahaha,”
“Ya pikiranmu ini,” kata myungsoo lalu dia mengigit pelan perutku dengan gemas. Tangannya mulai berusaha melepaskan celana panjangku. Aku langsung mengangkat badanku sehingga dia lebih mudah melepas celanaku. Sekarang jari myungsoo sudah mengelus-elus permukaan vaginaku. Nikmat sekali, aku tak tahan untuk terus mendesah saat tangannya bermain-main di vaginaku. Ia mulai memasukkan jarinya ke vaginaku.
“Aw, perih oppaaa.” Kataku
“Ini pasti yang pertama bagimu ya? Tenanglah ini hanya akan perih beberapa saat.” Ucapnya sambil tersenyum. Senyumnya menenangkanku sehingga aku pun melupakan rasa perihnya. myungsoo lalu meneruskan memasukan 2 jarinya dan menggerak-gerakannya di dalam vaginaku. Ternyata benar, sekarang rasanya sudah sangat nikmat, aku pun kembali mendesah dan berusaha memeloroti celana myungsoo. Aku penasaran dengan juniornya karena dengan badan sebagus seperti ini akan sangat memalukan jika juniornya hanya sekecil lidi hahaha.
“Suzy, kau sudah sangat tidak sabar ya, celanaku kau tarik terus daritadi,” ucapnya menjahiliku
“YA, aku sudah tidak sabar oppa,” langsung saja kuremas juniornya dengan keras dari luar sampai dia mendesah, rasakan itu siapa suruh daritadi jahil terus huh.
“Suzy-ya, ampun, ampun, iya akan kulepas semuanya sekarang,” dia melepas semua celananya tanpa melepas ketiga jarinya yang masih berada di dalam vaginaku, mengocok-ngocok vaginaku dari dalam. Kami sekarang sudah telanjang bulat, myungsoo lalu menjilat dan mengemutiku vaginaku. lidahnya menari-nari dan mengisap klitorisku membuatku geli.
“Oppa, geliiii ah berhenti”
“Ini biar kamu makin enak suzy, udah sabar dulu ya,” katanya. Lama kelamaan lidahnya makin cepat menjilati dan mengisap klitorisku sehingga akupun mencapai puncak dan mengeluarkan cairanku. myungsoo dengan sigap menjilat habis cairanku. Aku heran lalu bertanya,
”Oppa kenapa kau jilat cairan tadi?”
“Memang harus begitu Suzy-ya,” ucapnya sambil mengelus pahaku. Tiba-tiba dia kembali menciumi bibirku dan aku mulai berfrench kiss lagi dengannya. Saat aku sedang asik mengemut lidahnya tiba-tiba ada sedikit rasa perih di vaginaku. sepertinya dia sedang berusaha memasukkan juniornya yang besar ke vaginaku yang masih sangat sempit. Aku pun berhenti mengemut lidah nya, namun myungsoo membelai kepalaku dengan sayang sehingga aku pun kembali melanjutkan permainan “emut-lidah-junsu-sepuasku”. Makin lama terasa juniornya pelan-pelan sudah semakin masuk ke vaginaku. Dengan sekali hentakan, myungsoo memasukkan semua juniornya ke vaginaku. Aku refleks mengigit lidah junsu yang sedang kuemut, myungsoo  lalu melepas bibirnya dari bibirku sambil tertawa dan berkata,
“Ya, kenapa kau gigit keras lidahku? Apa sangat sakit barusan?,” tanyanya, wajahnya langsung berubah khawatir.
“Enggak sih, oppa, mian aku mengigit lidahmu sampai begitu,” kataku sambil tersenyum minta maaf
“Gapapa, Suzy-ya, kalo kamu yang gigit mah sesakit apapun aku tahan,” ujarnya sambil tertawa jail.
“Bahkan saat sedang melakukan hubungan seperti ini kau masih sempat saja membuat lelucon huh,” ujarku. Aku masih belum puas bermain dengan lidahnya sehingga aku langsung menarik bibirnya lagi. Kali ini myungsoo mulai menggenjot juniornya di dalam vaginaku. Setiap dia mengenjot, aku pun dengan semangat 45 mengemut bibir dan lidahnya bergantian. Kedua tangan Junsu memainkan nippleku. Sungguh nikmat, pikirku dalam hati. myungsoo mempercepat enjotannya, aku pun makin lama sudah tak tahan, dan sampailah aku. Refleks aku mengigit lidah nya sangat lama sampai akhirnya myungsoo  mengeluarkan spermanya di dalam rahimku. myungsoo pun melepas bibirnya ketika aku sudah selesai mengigit lidahnya.
“Suzy-ya, kau benar-benar tergila-gila pada lidahku,”katanya tertawa.
“Coba buka mulutmu,” kataku. myungsoo pun segera menurut dan membuka mulutnya persis seperti anak kecil yang mau diperiksa giginya oleh dokter. Lucu sekali, rasanya tak tahan ingin aku emut lagi bibirnya. Tapi aku kembali fokus ke tujuan utama, benar saja aku lihat ada luka di bagian tengah lidahnya yang daritadi kugigit.
“Oppa mianhae, lidahmu sampai luka karena aku gigit terus tadi,” ucapku. Aku lalu mencium hidungnya yang indah dan mulai mencium seluruh bagian wajahnya, lalu turun ke lehernya dan membuat banyak sekali kissmark disana.
“Oppa aku ingin diatas,” ujarku
“Oke Suzy-ya,” jawabnya. Ia langsung tiduran dan mengangkatku keatasnya,. Lalu aku pun kembali meneruskan menjilati dan mengemuti nipplenya. myungsoo sudah asyik mendesah dengan suara merdunya yang dalam. Karena aku tak tahan mendengar suaranya, refleks aku mengigit-gigit kecil garis-garis six pack perutnya, dan membuat beberapa kissmark. Aku lalu sampai di juniornya dan mengemut juniornya di mulutku lalu kujilati terus.
“Suzy, darimana kau belajar seperti iniiii, aaah aku tidak tahan.” myungsoo pun mengeluarkan spermanya di dalam mulutku, aku langsung menghabiskan semua cairannya dan menelannya. myungsoo  langsung melepas juniornya dari dalam mulutku dan membawaku kembali ke bibirnya. Kami kembali berciuman namun kemudian dia melepaskan ciuman kami.
“Loh kukira masih ada cairanku di dalam mulutmu, makanya aku ingin membantumu menghabiskannya. Tapi ternyata sudah kau telan habis semuanya ckck.” Katanya sambil menggelengkan kepala. Akupun langsung memeluknya erat dan ia pun langsung membalas pelukanku erat. “Terimakasih oppa, sudah menjadi yang pertama bagiku,” kataku.
 “Sama-sama, yeojaku  yang bandel,” ucap myungsoo kembali jahil.
“YA!” Aku gigit saja lagi bibirnya dan gak akan kulepaskan semalaman ini. Biarin aja, biar tau rasa dia huh.

END

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar