Sabtu, 21 Desember 2013

Jebal...

Author: Lee Jan Rang
Cast:
-Kris / Wufan
-Kim Jin Young (you)
Genre: NC21

***
Malam itu Kris lembur dengan pekerjaannya sebagai artis yang baru saja comeback. Umur Kris sudah terbilang tidak muda lagi, namun hingga sekarang masih saja dia single. Terkadang orang tua Kris cemas akan anaknya itu yang tak kunjung mempunyai kekasih hati.
Kris memutuskan untuk pulang kerumahnya dan besok dia akan berdiam diri dirumah karena tidak ada schedule besok, latihanpun ditiadakan. Ah bagaikan surga baginya berkumpul bersama keluarganya.
Besoknya ada seorang gadis datang kerumahnya bersama appa dan ummanya

"Paling hanya rekan bisnis appa, biarkan"

Kris melanjutkan kegiatannya, mengecek setiap postinganan tentang dirinya di Internet. Kris memang sering menggunakan waktu luangnya untuk membuka internet seperti ini, terlebih melihat post demi postan dari fans fansnya.

*TOK TOK TOK*

Seseorang mengetuk pintu kamar Kris, dan membukanya. Ah ternyata eomma Kris,

"Wufan ayo turun, ada yang mau eomma kenalkan kepadamu"

"Kris, ini Jinyoung calon istrimu"

Kata appanya.
"MWO? siapa bilang aku ingin menikah? Appa! Aku masih ingin  bersama teman-temanku di EXO, masih mau menghibur fansku."

Jinyoung yang mendengar itu hanya bisa tertunduk. Jinyoung tak bisa memaksakan Kris. Dulu Jinyoung dan Kris adalah teman baik, namun setelah Kris masuk dalam dunia entertaiment mereka tidak pernah berbicara lagi satu sama lain.
Kris pergi ke kamarnya tanpa menghiraukan apa yang dikatakan oleh appanya itu.

"Tenang saja, dia memang begitu, nanti juga dia akan mengerti dengan keadaannya"

***
"Hyung! Yang benar saja? Kau akan menikah?!"

Tanya Baekhyun saat berada di dorm.
"Kata siapa?!"

"Ini tadi appa mu mengantarkan undangan ini"

Kris terkejut akan undangan yg di perlihatkan oleh baekhyun. Kris berpikir appa-nya mungkin sudah gila karena menjodohkannya seperti ini. Namun apa dikata appanya sudah menyediakan undangan ini, dan Kris pasrah atas perjodohan mereka. Bingung dia harus bersikap bagaimana, dia masih ingin bersama teman-temannya, namun sepertinya impiannya itu tidak akan bisa tercapai, pikirnya.
*** 
Pernikahan Kris sudah berlalu, hanya dihadiri saudara dan kebaratnya, tanpa ada wartawan atau fans yang mengetahuinya. Acara ini benar-benar tertutup, takut jika fans Kris mengacaukannya dan membuat Jinyoung susah nantinya.
Malam pertama.
'Namja ini manusia atau robot sih? Dingib sekali, tidak bernyawa kali ya'
Jinyoung berkata di dalam hatinya. Kris sibuk dengan novelnya, tidak ada kata, ataupun tolehan darinya. Yaampun, jika saja Jinyoung berani, dia akan memulai pembicaraan terlebih dahulu, namun sayangnya ia tidak berani. 
Jinyoung memutuskan untuk tidur dibanding melihat suaminya itu yang sibuk sendiri dengan novelnya dan tidak menganggap kehadiran dirinya.
Disaat Jinyoung sudah terlelap dalam tidur, Kris menutup novelnya dan meletakannya di meja sebelah tempat tidurnya. Kris tahu dia begitu dingin kepada Jinyoung, bukan karena sebal atau apapun, namun Kris bingung untuk memulainya dari mana. Kris menyingkirkan rambut yang menutupi wajah istrinya,

"Ah, betapa cantiknya dia, mian ne kalo aku dingin terhadapmu"

Setelah beberapa lama memperhatikan wajah istrinya, Kris menyadari jam berapa ini, besok dia harus benar-benar berangkat awal ke dorm dan mempersiapkan dirinya untuk acara besok.
'Jinyoung-ah nanti tidak usah menunggu, aku akan pulang larut, mungkin sampai pagi, jadi kau tidur saja, annyeong.'
Jinyoung membaca note dari Kris yang tertempel pada pintu kamarnya. Tanpa berkata apapun, Jinyoung keluar dan membersihkan dirinya, lalu pergi dari apartemen tempatnya tinggal. Mereka belum bulan madu akibat jadwal Kris yg padat dan fans fans Kris yg mengikutinya kemana saja.
Jinyoung pergi ke sebuah cafe di dekat rumahnya dulu, dia bertemu dengan sahabatnya disana, dan berbincang cukup lama,

"yak, Jinyoung bagaimana malam pertamamu? Berapa ronde? Huh?"

"Maksudmu berapa ronde?"

"Ya seperti pasangan lainnya yang jika malam pertama mereka melakukan hubungan suami istri gitu lah"

"Ah tidak tahu lah, dia hanya membaca novel, aku tak menghiraukannya dan langsung tidur saja"

"Aish kau ini, harusnya kau lakukan sesuatu untuk menarik perhatiannya dan bisa melakukan 'itu', bagaimana sih kau ini"

"Ah sudahlah jangan dibahas, kita bahas yang lain saja"

Jinyoung berpikir dalam hatinya apa yang dimaksudkan oleh teman-temannya? Bukannya pasangan lainnya sudah biasa seperti Kris dan dirinya? Mungkin lebih romantis.
Malamnya, walau Kris sudah member note pada Jinyoung untuk tidak menunggu dirinya, tetap saja Jinyoung bersisih keras untuk menunggu Kris, menanyakan soal yang ditanyakan oleh temannya itu, gadis itu masih penasaran apa maksudnya, dia mensuga-duga apakah melakukan hubungan intim? Dia terlalu polos untuk menjadikan itu sebagai jawabannya.
20:00…
21:00…
22:00…
23:00…
00:00…
Kris barulah pulang dari pekerjaannya sebagai artis, ia melihat tubuh istrinya yang berbaring di sofa depan TV yang menyala.

‘gadis ini, sudah kubilang jangan menunggu masih saja menunggu, untung besok hari sabtu dan tidak ada jadwal apapun.’
Kris menggendong tubuh istrinya kekamar, menaruh tubuh itu dan menyelimutinya. Kris menyadari bahwa timbul benih-benih cinta dihatinya untuk gadis kecil ini namun masih tidak dapat jujur langsung saat berhadapan dengan Jinyoung. Kris mencium kening istrinya dan bergegas mandi setelah itu tidur.
Keesokan harinya Kris bangun lebih awal untuk menyiapkan saran untuk istrinya, sebagai balas budi kemarin karena sudah menunggu Kris. Kris membuatkan makanan kesukaan Jinyoung dari dulu ya walau dengan arahan D.O dari telepon. Setelah 1 jam Kris mencoba untuk memasak spagethi akhirnya siap, dan ia menatanya di atas meja dengan hiasan lainnya, Kris ingin membuat moment yang indah untuk istrinya itu. Setelah semua siap, Kris membersihkan dirinya.
7:15 KST. Jinyoung bangun dan melihat Kris sedang membaca buku di sebelahnya.

“Pagi oppa”

“Pagi”

Kris tetap dingin di depan Jinyoung. Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh namja itu? Hah biarkan. Jinyoung pergi mengambil handuk dan membersihkan dirinya. Setelah 15 menit didalam kamar mandi, Jinyoung keluar dengan hanya dibalutkan handuk. Kris yang melihatnya hanya menelan ludah, tanpa disangka badan Jinyoung sangat indah dan menarik perhatian Kris, terlebih pada bagian dada Jinyoung yang ternyata……..besar.
Kris menyingkirkan pikirannya itu,

‘Jinyoung harus makan dulu, mungkin setelah makan akan melakukannya? Haha.’

Kris berpikir nakal dalam hatinya, berpikir bagaimana jika badan Jinyoung benar-benar nekad tanpa sehelai apapun di depannya. Itu mulai membuat adiknya bangun, namun tetap dia tahan.

“Jinyoung, emh tadi aku buatin spagethi buat kamu, semoga suka ya! Makan yang banyak biar jangan lemes! Hehe, hwaiting!”

Jinyoung membaca note kecil dari Kris di atas spagethi yang ada dimeja. Jinyoung tertawa kecil melihat note itu. Tanpa dipikirkan olehnya, Kris adalah orang yang ramah dan sepertinya menyenangkan, namun sayang, sikapnya terlalu judes terhadap Jinyoung, tidak seceria  seperti yang tertulis di note.

‘Ah biarkan, lama kelamaan juga sikap Kris tidak akan seperti itu lagi.’

Jinyoung duduk, dan mulai mencicipi makanan yang ada di meja itu.

“Rasanya enak, waaahh benar-benar seperti yang aku suka dari dulu, haha”

Kris mendengar tawa ceria Jinyoung dari sofa, dan tersenyum karena bisa membuat istrinya itu bahagia walau dengan hal yang kecil.

***
“Oppa, aku boleh bertanya sesuatu?”

Jinyoung duduk disebelah Kris yang sedang sibuk membaca buku dan memulai pembicaraan mereka.

“Kenapa?”

“Ehm, jadi gini, kemarin aku bertemu dengan temanku, lalu temanku nanya, soal malam pertama kita….”

“hm, terus?”

“Ya dia bertanya apakah aku melakukan ‘itu’ dengan mu? Disitu aku bingung maksud dia apa, kemarin aku ingin bertanya denganmu tapi aku ketiduran”

Kris menaruh bukunya di atas meja dan mendekatkan wajahnya ke wajah Jinyoung.

“Jadi benar kau ingin mengetahuinya apa yang dia maksud dengan ‘itu’?”

“TENTU SAJA! Aku memikirkannya dari kemarin, dan baru sekarang aku ingin bertanya denganmu”

“Jadi seperti ini……..”

***
“Ashhh oppaaahhmmm”

Kris menindih Jinyoung di atas tempat tidur, dan mencium bibirnya ganas, Jinyoung hanya bisa diam, dan dia mengerti sekarang apa maksud temannya itu.
Jinyoung mendorong Kris, dia mengatur nafasnya yang habis saat berciuman.

“Oppa, aku mengerti ama yang dimaksud temanku! Ahahaha perkiraanku benar! Hahaha”

Tanpa perduli omongan Jinyoung, Kris mencium Jinyoung lagi dan mulai membuka satu persatu kancing baju gadis tersebut. Jinyoung yang mulai menikmati ciuman Kris juga membuka satu persatu kancing pada baju Kris dan mengelus-ngelus tubuh Kris dengan tangannya yang lembut itu. Sentuhan itu membuat Kris semakin nafsu untuk merasakan tubuh gadis kecil tersebut.
Kris meremas-remas payudarah Jinyoung dengan lembut. Gadis itupun hanya bisa menikmati sentuhan Kris, tak perlu waktu yang lama, Kris mulai mencari pengait bra Jinyoung di punggungnya dan terlepas begitu saja dengan sekejap. Kris melepaskan bra dan baju Jinyoung dan melemparnya sembarang arah.

“Ahhhmmm oppahhhh”

Jinyoung mendesah membuat Kris semakin bersemangat, Kris mulai mencium bibir, pipi dan kuping Jinyoung. Kris berpindah ke leher Jinyoung dan meninggalkan kissmark pada lehernya, Kris mulai turun lagi hingga payudara Jinyoung, menghisap nipple Jinyoung dan tangannya mulai beranjak kepada v Jinyoung.

“Asshhh opppaahhhh mmmhhh”

Jinyoung menekan kepala Kris lebih dalam ke dadanya, Kris dengan ganas memainkan nipple dan payudarah Jinyoung. Tangan kris mulai menurunkan celana Jinyoung dan melepasnya, tangannya mulai meraba v Jinyoung yang sudah mulai basah dan aromanya yang menggoda.
Kris semakin turun ke perut Jinyoung, membuat Kissmark menjilatnya, sesekali menghisapnya dalam.
Sampailah Kris didepan v Jinyoung, menggoda vnya dengan meniup-niupnya membuat Jinyoung kegelian dan menggeliat. Langsung saja Kris memasukkan 3 jarinya kedalam V gadis itu dan mengocoknya cepat, Kris yang sudah tidak sabar ingin cepat-cepat memasukan adik kecilnya kedalam lubang itu, namun ia tahu bahwa itu akan sangat sakit bagi Jinyoung. 
Kris terus mengocok v Jinyoung dengan jarinya dan menghisap dari luar,

“AAASHHH MMMHHH NGGHHHH OPPAAHHH ITUUHHH NGGHHH”

Jinyoung masih baru untuk merasakan ini, dengan cepat berorgasme. Kris menelan cairan tersebut dan membiarkan Jinyoung beristirahat sebentar. Kris membuka celananya dan terlihatlah benda panjang dan besar muncul dari balik celana Kris. Jinyoung tidak memperdulikannya, dia masih lelah dengan apa yang telah terjadi tadi, tapi sepertinya Kris tidak bisa menahannya, Kris membalik posisi mereka berdua menjadi Woman on top.

“Chagi, cepat puaskan adikku, ahhh aku sudah tidak tahan”

“Apa yang harus ku lakukan oppa?”

Kris yang tidak sabar bangun mengarahkan adiknya itu ke mulut Jinyoung.

“Buka mulutmu”

Jinyoung membuka mulutnya, segera Kris memasukkan JRnya yang lumayan besar itu kedalam mulut Jinyoung. Awalnya memang sulit untuk Jinyoung memasukkan JR Kris ke dalam mulutnya, namun lama kelamaan Jinyoung sudah dapat mengatur posisi JR Kris di dalam mulutnya.
Jinyoung menggoyangkan kepalanya maju dan mundur, memasuk keluarkan JR Kris di mulutnya membuat Kris mendesah keenakan dengan service yang diberikan oleh istrinya itu.

“Ashhhh yeahhh moreee ahhhh”

Kris memegang kepala Jinyoung dan mulai membantu menggerakkan kepalanya dengan cepat. Tidak lama setelah itu JR Kris semakin membesar dan berkedut tanda ingin berorgasme.

CROT

Kris berorgasme di dalam mulut Jinyoung. Kris tahu bahwa cairan dari JRnya terlalu banyak untuk ditelan oleh Jinyoung, Kris mencium Jinyoung dan membantunya untuk menghabiskan cairan Kris.

“Oppa, cairan oppa enak kkk~”

“Jinjja? Kau mau lagi?”

Jinyoung menggangguk.

“Kkk~ ah tidak sekarang, lebih baik kita selesaikan ronde ini dulu, baru nanti yang lainnya ne”

“Hmne oppa~”

Kris menggendong Jinyoung dan menindihnya,

“Kamu siap chagi?”

Jinyoung diam namun tersenyum. Kris mulai mengarahkan JRnya ke V Jinyoung. Perlahan Kris memasukkannya, dia takut jika itu terlalu menyakiti istrinya.

“Askhh oppahh”

“Sakit? Tahan ne, nanti juga enggak kok oppa lakukan dengan cepat ne”

Kris mendorong JRnya dengan cepat dan
JLEB
JRnya masuk ke dalam v Jinyoung, Kris mencium Jinyoung untuk meredakan rasa sakit bagi gadis itu.
Butiran air mata turun dari mata Jinyoung, Kris menghapus air mata itu dengan tangannya.

“Maaf, pasti sangat sakit.”

“Gwenchana oppa, aku tidak apa-apa”

Kris mencium Jinyoung dengan lembut, Jinyoung mulai dapat beradaptasi dengan JR Kris.

Kris menggerakkan JRnya perlahan di dalam v Jinyoung.

“akkhhh oppaaaa”

Kris mempercepat genjotannya dan bertambah terus, suara hentakan tubuh mereka menggema di kamar itu, decitan tempat tidur juga ikut menghiasi kamar tersebut.
Kris mengangkat tubuh Jinyoung dan meletakannya di atas meja. Jinyoung melingkarkan kakinya pada pinggang Kris. Kris mulai menggenjot lagi JRnya di dalam V Jinyoung.

“Akkhh akkhhh oppahhhh mmmhhh nggghhh”

Kris meremas payudara Jinyoung dan tetap menggenjot dengan tempo cepat. Jinyoung sudah mulai kelelahan dengan perlakuan Kris namun dia juga menikmati itu,

“Oppaahhh akkkhhh vkuuu mulaii mmmhhh basahhhh”


Kris semakin cepat lagi menggenjot lubang Jinyoung, menciumnya, meremas payudaranya membuat Jinyoung merem melek dibuatnya. Tak lama setelah itu, V Jinyoung dan JR Kris berkedut, ah saatnya mereka berorgasme kembali.

CROT CROT CROT

Mereka berorgasme di dalam rahim Jinyoung. Kris memeluk Jinyoung dan membawanya ke atas tempat tidur tanpa melepas kontak mereka berdua. Kris menyelimuti tubuh naked mereka dan mencium kening Jinyoung.

“Gomawo Jinyoung, semoga kamu cepat hamil ne, nanti kita punya anak deh haha”

“Cheonma oppa, aish, hehe iya amin, sekarang aku tahu apa maksud ‘itu’ dimalam pertama, walau kita tidak melakukannya di malam pertama hehe”

“Yasudah besok kita lakukan lagi saja ne, enakan haha. Sekarang tidur ne aku tahu kamu lelah”

“Hm, jaljayo oppa saranghae”

“Nado saranghae, jaljayo”

Kris memeluk Jinyoung. Mereka tidur tanpa melepaskan kontak diantara mereka.


--END--

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar